Friday, June 13, 2008

Album Kenangan



Hari ini merupakan jadwal kami sebagai orang tua bertatap muka dengan gurunya Boy untuk membahas perkembangan dia selama setengah semester terakhir ini. Sebelumnya pihak sekolah telah mengirimkan terlebih dahulu raport hasil belajar Boy selama satu tahun di Playgroup Al-Fath.

Sungguh di luar dugaan kami, ketika sebelum berangkat, kami mencoba menyempatkan terlebih dahulu melihat hasil raportnya. Ternyata Boy mengalami perubahan yang signifikan dari semester sebelumnya.

Hampir semua kegiatan atau pelajarannya mendapat nilai O atau outstanding. Maklum di sekolah ini menggunakan dwi bahasa sehingga dalam pemberian nilaipun menggunakan bahasa Inggris.

Sesampainya di sekolah, kami langsung masuk ke ruang kelasnya dan bertemu dengan guru kelas serta guru pendampingnya. Berbeda dengan pertemuan di semester pertama, pertemuan kali ini saya merasa terharu mengingat begitu banyaknya perubahan yang telah dicapai oleh Boy. Dari semula tidak pernah berbicara banyak, tidak pernah mau mengikuti kegiatan motorik kasar dan tidak pernah kenal nama teman-temannya (karena pada dasarnya dia lebih suka mengamati) sampai akhirnya dia dapat mengerjakan semuanya dengan hasil yang memuaskan. Seringkali sepulang dari kantor, dia langsung menghentikan saya di depan pintu untuk mendengarkan pengalamannya di sekolah. Entah karena mereka lucu, ada komentar guru yang menarik baginya, atau sekedar meminjamkan mainan yang kerap dia bawa ke sekolah untuk bermain bersama temannya, menjadikan bahan pembicaraan yang 'seru' di malam hari.

Yang menarik bagi saya selain hasil kegiatan belajarnya di Playgroup, kami juga mendapatkan Album Kenangan berupa buku setengah folio yang berisi foto-foto guru, guru pendamping serta tentu saja krucil-krucil yang lucu dan imut. Guru-guru menuangkan pesan-pesan pendek yang menjadi simbol motivasi bagi anak didiknya agar mereka harus rajin belajar. Sisi lain dari murid-muridnya, terpampang foto-foto mereka dengan berbagai gaya dan biodatanya. Yang menarik bagi saya, tentu saja cita-cita yang ingin mereka wujudkan. Entah itu memang profesi yang selama ini telah ada dan dikenal oleh mereka atau pun 'profesi' yang ada dalam khayalan mereka.

Simak saja cita-cita dari mereka. Menurut Rakha, dia bercita-cita ingin menjadi Power Rangers. Ultramen merupakan cita-cita dari Bisma. Daffa juga mau jadi Spiderman. Aisyah bercita-cita menjadi Barbie. Hana dan Nadya, memilih menjadi Princess atau seperti Ashillah yang ingin jadi model. Lain halnya dengan Hanif, dia ingin menjadi penjual kartu. Entah apa maksudnya... atau sebenarnya saat ini dia sedang senang bermain dan mengkoleksi berbagai kartu dengan gambar atau tokoh yang disukainya. Arvin memilih menjadi dalang. Ayik bercita-cita ingin seperti mamanya. Mungkin dia sangat menyanyangi dan mengidolakan mamanya. Ada juga yang ingin menjadi anak sholeh.

Boy sendiri bercita-cita ingin menjadi guru. Itu jawaban yang diberikan ketika pihak sekolah menyebarkan angket sebagai bahan untuk Album Kenangan ini. Dia sangat mengidolakan gurunya, Miss. Dewi. Menurutnya miss Dewi 'bicaranya bagus' ketika salah satu bagian dari angket menanyakan alasan dalam memilih guru yang diidolakannya. Hanya 3 anak yang bercita-cita menjadi guru. Selebihnya profesi yang umumnya sudah dikenal atau mencontoh profesi orang tuanya seperti dokter, pilot, engineer, suster, astronot dan sebagainya.

Saya tidak ingin berpanjang lebar membahas profesi ini. Tapi dari Album Kenangan inilah sebetulnya saya melihat kepolosan anak-anak. Anak-anak yang benar-benar putih (polos) seperti kertas yang siap kita 'isi' dengan lukisan. Bagaimana bentuk lukisan itu menjadi indah dan berharga di lain waktu, menjadi tanggung jawab dan amanah yang harus kita emban sebagai orang tua.

Terima kasih 'guruku'.

4 comments:

la vie said...

Hello dear mba ...

duh...seneng bangeet deh dapet komen dari si ibu satu ini..

apa kabarnya mba??/kangen lama ga ktemu, ngobrol, bcanda, curhat, sampe sharing ilmu..asyik kaaan!!!

mendengar kata "anak", "ibu", "guru" suka terhibur dan terharu... hiks..

Ok, intinya aku seneng banget hr ini..

hehe..
Good Day!! n salam buat 2 krucilnya ya...

la vie said...

Hey..hello dear mba..

Aku tuh terhibur dan terharu kalo denger kata "anak", "ibu", "guru". Inget tingkah dan jasa2 mereka yang tak terlupakan.., banyak kenangan dsana.

gtu ga sih..???!!

Anonymous said...

Liat De Boy di foto jadi pangling, dah gede skrg :)

Waah hebat cita-cita De Boy, smg kelak mjd guru yang penyabar dan disegani murid2nya
:)

Fyi klo si Hafizh, keponakanku, dia cita2nya pengen jd masinis (pengen nganter tantenya klo naek kreta kl yah hehehe)

neng_geulis said...

hai...hai... kangen juga ma temen-temen di kantor Kuningan. Emang kantorku di mana aja yah? :)

Mei, ditunggu undangan dari lu. Next month gue dah free.

Maksudlu, Hafizh jadi masinis KRL gitu? anter tantenya pulang pergi kerja ke Kuningan? Hm... lumayan juga sih, jadi ga usah mbayar tiket. hehehehe.... just kidding, Ni...