Friday, December 23, 2005

3 peranan wanita

Menarik, tadi pagi sambil ikut tebengan mobil temen, kita mendengarkan talkshow interaktif di radio Ramako. Mungkin juga ada hubungannya dengan hari Ibu kemarin, 22 Desember. Pembicaranya Bapak Mario Teguh. Topiknya yaitu tentang 3 peranan wanita. Bukan berarti tidak ada pembahasan soal peranan pria atau lebih tepat peranan suami ya.

Hal ini mengingatkan aku pada seorang teman yang menjadi korban perselingkuhan suaminya. Meski awalnya dia coba tahan untuk tidak bercerita namun apa daya bendungan itu akhirnya pecah juga. Yang membuatku sedih karena ternyata temanku itu sulit untuk diajak introspeksi. Perkataan yang sering diucapkannya adalah salah apa aku ini? kok bisa ya suamiku begitu? dan serentetan kalimat-kalimat yang lebih pada mencari pembelaan bagi dirinya dan mengasihinya.

Bukan pula aku ga membela kaumku namun disisi lain aku juga prihatin melihat temanku menutup mata dan hatinya. Apapun persoalan yang melatarbelakangi perselingkuhan itu, aku rasa keduanya memang harus bebenah diri.

3 Tips menarik yang dibahas oleh Pak Mario Teguh adalah :
pertama, wanita sebagai teman yang menarik
kedua, sebagai istri yang asik
ketiga, sebagai ibu yang baik

Tips yang tidak asing lagi bukan bagi kita, kaum wanita? Tips yang pertama, kita berlaku sebagai teman yang dapat menyeimbangkan wawasan akan lingkungan dan pekerjaannya. Suami harus nyaman ketika dia mau menumpahkan kekesalan di tempat kerja, kejengkelan pada temannya dan hal-hal lain yang mungkin sangat 'cowok bagnet' sifatnya kepada kita, sebagai temannya

Jadi istri yang asik. Selain kita bisa memasak (meski ga semua ibu rumah tangga baru saat ini pandai memasak tapi mencoba untuk terjun ke dapur juga ga ada salahnya), mengurus rumah dan bisa menyenangkan kebutuhan suami. "Jangan sampai minyak di muka bisa menyaingi minyak Pertamina," begitu canda Pak Mario untuk mengingatkan kaum kita agar bisa tetap tampil 'cantik' meski kita berada di rumah. Jangan hanya kita dandan ketika keluar rumah tapi lupa dandan untuk suami sendiri.

Ga ada salahnya juga kita tampil seksi dan manja di depan suami. Berapa pun usia perkawinan kita. Karena kehangatan itu tidak akan pernah muncul dengan sendirinya kalau kita sendiri tidak mencoba membuatnya hangat.

Ibu yang baik, mungkin itu yang diidamkan oleh suami terhadap istri pada anak-anaknya. Bisa mengurus anak, mendidik anak, merawat dan mengasuhnya dengan penuh kasih sayang. Seehingga ketika suami kerja, dia akan yakin bahwa pengasuhan anak-anak di rumah dapat ditangani dengan baik oleh istrinya.

Topik yang menarik bukan? meski kelihatannya berat dan tidak imbang namun disitulah kunci kita sebagai wanita. Ga ada salahnya juga kalau kita dilirik oleh pria lain, setidaknya menurutku (pribadi) ini memunjukkan bahwa kita pun punya nilai lebih. Tapi bagi yang tidak setuju, silakan mencari opsi sendiri untuk menujukkan bahwa kita punya nilai lebih selain punya 3 tips di atas tadi. Coba tanya ke suami, apa dia juga seneng kalau dilirik oleh wanita lain? :)

- it takes two to tango, babe! -

Friday, December 16, 2005

Omelan di pagi hari

"Kakak, sudah bunda bilang beberapa kali kalau waktunya sekolah itu ga boleh tidur malam-malam!" seperti biasa suara bunda yang cempreng itu meluncur dengan derasnya. Tak ayal lagi dengan cueknya si kakak tetap diam sambil ngenyot botol susunya. Rebahan di depan tivi sebelum berangkat sekolah adalah ritual pagi yang belum bisa dihilangkan olehnya. Hegh.... pagi-pagi dimulai dengan omelan adalah suatu pemborosan energi yang tidak ada gunanya. Akhirnya dengan bujukan lembut si kakak mau bangun juga setelah diingatkan bahwa hari ini dia akan ke panti asuhan bersama teman-teman sekolahnya.

Mandi pagi dengan adiknya, setelah itu sarapan sambil pakai baju. Akhirnya 2 asisten harus diturunkan mengingat waktu yang sangat mefet untuk berangkat kerja sebelum mengantarkan kakak ke sekolah. Hanya menenggak segelas susu akhirnya kusambar semua perlengkapan kerjaku. "Ayo...ayo... nanti ketinggalan rombongan, Kak," akhirnya suara cempreng itu sekali lagi keluar.

Selamat pagi dunia...