Wednesday, October 22, 2008

Wadouuuuwwww...

Beberapa hari lalu, teman saya dari Malang mengabari mau datang ke Jakarta, sehubungan dengan pekerjaannya. Di angan-angan sih... sudah terbayang akan serunya ngobrol bareng dia. Karena memang dia orang yang paling ramai jika sudah nyambung di telepon (sebagian percakapan kami memang lewat telepon).

Akhirnya dia datang juga hari ini. Kabarnya bersama suami tercintanya. Wah... terbayang sudah bisa bertemu lagi sama teman jauh. Karena kami memang baru 1 (satu) kali bertemu, itupun ketika saya ditugaskan pertama kali ke Malang dari kantor (yang terakhir). Sudah hampir 1 (satu) tahun yang lalu (tepatnya bulan November nanti).

Saya pikir setelah rumah di'puting beliung'kan, besok atau lusa bisa mengajak dia untuk menginap disini. Setidaknya tugas kantor pun sudah cukup longgar untuk 1 atau 2 hari mendatang. Tapi, sesiangan tadi sempet iseng juga, akhirnya saya mengirim sms menanyakan kabarnya.
"Sampai jam berapa?"
"Menginap di mana?"
"Sampai kapan?"

Belum pula dijawabnya smsku, sore tadi dia hanya menelpon singkat.
"Ini aku, Teh (panggilan untuk saya di kantor ini, Teteh). Sudah sampai. Sekarang lagi makan sama teman-teman. Nanti disambung lagi."

Weks... sesingkat itu?
Akhirnya dengan masih penasaran, kukirimi lagi sms.
"Kapan mau mampir ke rumah?"
"Kabari kalau mau ke sini ya."
"Ditunggu..."

Demikian pesan singkatku. Mengingat rumah masih dalam kondisi underconstruction, maka sms di atas bisa dijadikan alarm bagi saya untuk bebenah. Namun, sekali lagi smsku tidak dijawabnya. Maka dengan tenang kukeluarkanlah semua PR yang masih menumpuk di kamar anak, setrikaan baju yang segunung. Maklum sudah 3 (tiga) hari ini praktis pekerjaan tersebut tidak bisa dilakukan. Underconstruction jeh...

Jarum jam hampir menunjukkan angka 9 (sembilan). Si kakak minta shalat Isya bersama (bukan berarti berjamaah loh... karena dia lebih suka shalat sendiri-sendiri ^_^). Menjelang rakaat ke-2, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah.
"Assalamu'alaikum....."
"Teh...."
"Teteh..."
Dan tak lama klakson jail pun ikut meramaikan teriakan-teriakan sember (^_^) sebelumnya.

"Allahu Akbar"
"Samiallahu liman hamidah"
"Allahu Akbar"
Tak kalah nyaring suara dari dalam pun memberikan jawaban. Namun nampaknya tak terdengar oleh teman-teman di depan.

Akhirnya shalat pun ditutup dengan salam. Langsung bergegas membukakan pintu sebelum mereka pergi.
"Bentar... sebentar yaa...."
Masih dengan mukena yang menempel di tubuh, kubukakan pintu rumah.
"Kak... tolong bukakan pintu pagarnya, ya..."

Bergegas - bak akan ada banjir bandang - semua pekerjaan PR tadi diangkut dan dilemparkan ke tempat tidur anakku.
"Wadouuuuwwww............."
Seperti kapal pecah neh...
Mau gimana lagi, akhirnya sebagian sudah berhasil disembunyikan dengan sukses. Meski masih ada ceceran buku-buku yang belum dirapikan. Juga (termasuk) seperangkat sprei yang akan masuk mesin cuci, masih teronggok di depan kamar.

Akhirnya kami duduk seadanya, dengan camilan seadanya karena kue-kue lebaran telah habis dari kemarin dulu. Masih ada sisa sih... itupun dibuat pada hari terakhir sebelum mudik. Kuenya tidak sempat lagi diolesi kuning telur dan bentuknya yang aneh menjadi kue paling ajaib di lebaran kemarin. Untung cuma 1 toples. Heueheuheu...
Dan karena mereka hanya sebentar, akhirnya minuman pun tak jadi disuguhkan. Atau sebenarnya mereka penuh pengertian? Heueheuheu....

Meski dengan kondisi underconstruction, mereka teuteup pengen keliling rumah. Wuah.... kayak rumah yang gede ajah. Padahal rumah ini cuma tipe 4L (Lu Lagi, Lu Lagi). Kalau lagi ramai bisa berubah jadi gang kelinci, senggol sana senggol sini. Heuheuheu....

Ngobrol sana ngobrol sini, akhirnya teman-teman pamitan. Temanku cuma bilang;
"Tolong doakan aku ya, Teh. Tanggal 10 nanti aku mau berangkat."

Weks...
"Tanggal 10?"

"Iya, aku dapat jatah berangkat haji tanggal 10 nanti"

Baru teringat olehku kalau temanku ini akan pergi haji tahun ini. Tapi tak diduga akan secepat ini berangkatnya.
"Memang dapet kloter berapa?" tanyaku

"Kloter pertama"

"O...."
"Titip doakan aku disana ya, coming soon." jawabku dengan semangat.

Yaa... cita-cita yang aku impikan sejak ramadhan tahun lalu; berangkat ke tanah suci.
Bersyukur temanku ini, dalam usia yang masih muda, sudah dapat kesempatan untuk pergi ke tanah suci.

Subhanallahu...

Dedicated to my friend TNM, yang memiliki motivasi tinggi untuk bersabar dan bertawakal.